Pemerintah akan menindak tegas pemburu Gajah Sumatra

Pemerintah pusat dan daerah serta penegak hukum terkait dide...

Kunci Atasi Masalah Lingkungan, Perlukan Kesadaran Masyarakat

Sampai saat ini, permasalahan lingkungan hidup memiliki kesa...

SMAN 1 Bangkinang Raih Adiwiyata

Upaya pelestarian lingkungan melalui kegiatan penghijauan ya...

Kolam Limbah CPO Ditemukan di Daerah Terlarang Hutan SM Balai Raja

Para aktivis lingkungan hidup dari LSM Riau Madani Pekanbaru...

2012, 10 Gajah Mati Diracun

Dalam kurun waktu 6 bulan saja, sedikitnya 10 ekor gajah (El...

  • Pemerintah akan menindak tegas pemburu Gajah Sumatra

    Sunday, 24 June 2012 18:56
  • Kunci Atasi Masalah Lingkungan, Perlukan Kesadaran Masyarakat

    Sunday, 24 June 2012 19:03
  • SMAN 1 Bangkinang Raih Adiwiyata

    Sunday, 24 June 2012 19:06
  • Kolam Limbah CPO Ditemukan di Daerah Terlarang Hutan SM Balai Raja

    Thursday, 28 June 2012 15:05
  • 2012, 10 Gajah Mati Diracun

    Thursday, 02 August 2012 04:33
 
 
 
 
You are here:: Home
 
 

Selamat Datang di Official Website BLH Provinsi Riau

BMKG: El Nino Masih Lemah di Riau

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan dampak El Nino di wilayah Provinsi Riau masih lemah, dan belum mengganggu kondisi iklim setempat.

"Kondisi cuaca saat ini masih normal, dimana sebagian besar wilayah Riau masih memasuki masa pancaroba atau peralihan cuaca dari kemarau ke hujan," kata Analis BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru Moh Ibnu Amiruddin kepada Antara, Jumat.

Pekanbaru Polusi Asap Kebakaran dari Sumsel

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Asap kebakaran hutan dan lahan dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang terbawa angin kini sudah mencapai Kota Pekanbaru, Riau, dan menimbulkan polusi udara.

        Berdasarkan pantauan Antara di Pekanbaru, Sabtu, asap mulai terasa sejak pukul 10.00 WIB dan mulai pekat pada siang hari. Polusi asap mulai berdampak pada kualitas udara karena berdasarkan alat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di pusat Kota Pekanbaru terpantau indikator kualitas udara mulai menurun ke kondisi "Sedang".    
   Alat tersebut juga mencatat Particular Mater 10 (PM 10) yang biasa terkandung pada asap sisa kebakaran berada pada angka 70, sedangkan kualitas udara sehat jika PM 10 berada di bawah angka 50.

        Asap juga menurunkan jarak pandang di landas pacu Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, Pekanbaru. Airport Duty Manager Bandara SSK II, Ibnu Hasan, jarak pandang turun drastis pada siang hari namun belum ada laporan mengganggu penerbangan.

        "Jarak pandang di SSK II pada pukul 13.45 WIB turun tinggal 500 meter," kata Ibnu.

        Analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami, mengatakan kuat dugaan asap yang menyelimuti Pekanbaru merupakan kiriman dari Sumatera Selatan.

        "Pergerakan angin juga bergerak dari Selatan menuju Utara," katanya.

        Namun, ia mengatakan di Riau sendiri terdapat titik panas (hotspot) yang kemungkinan juga turut menyumbang asap di daerah sendiri.

        Sementara itu, Kepala Divisi Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, mengatakan dalam periode 24 jam terakhir satelit Terra & Aqua dengan sensor Modis mendeteksi ada 264 titik panas di Sumatera Selatan. Mayoritas titik panas di Sumatera memang berasal dari daerah tersebut.

        Sementara itu, Provinsi Riau terdeteksi ada sembilan titik panas. Kemudian Provinsi Bangka Belitung terdeteksi ada 22 titik, Lampung 15, Jambi delapan titik, dan Sumatera Utara satu titik.

        "Asap dari Sumatera Selatan mengarah ke Riau dan Jambi

ISPU Pekanbaru Cenderung Turun Belum Pengaruhi ISPA

14 September 2014 21:04

Pekanbaru,  (Antarariau.com) - Badan Lingkungan Hidup Pekanbaru, Provinsi Riau, mengatakan bahwa Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayahnya sempat mengalami peningkatan hingga level sedang dengan angka ISPU 60 namun menurun sejak beberapa hari terakhir dan kondisi itu tidak sampai menyebabkan warga terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

"Hujan yang turun di Pekanbaru ini meredam kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan. Sempat memang ISPU naik dari status baik menjadi sedang, tetapi setiap hari sejak Senin hingga Sabtu nilainya terus turun hingga kini hanya 46," kata Kepala Laboratorium Udara, BLH, Kota Pekanbaru Syahrial, di Pekanbaru, Minggu.

Suku Talang Mamak Lakukan Verifikasi Hasil Pemetaan Wilayah Adat

Senin, 08 September 2014 15:04 WIB
Suku Talang Mamak Lakukan Verifikasi Hasil Pemetaan Wilayah Adat

PEKANBARU, GORIAU.COM
- Suku Talang Mamak melakukan proses verifikasi terhadap hasil pemetaan skala luas wilayah adat mereka, Minggu (07/09/2014) di Desa Pejangki, Inhu. Kegiatannya difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN) Riau bekerja sama dengan Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), The Samdhana Institute, Bank Dunia, Â Hakiki, dan tim verifikasi GIS.

Demikian dikatakan koordinator kegiatan dari AMAN Riau, Nurman Tanaku melalui rilisnya yang diterima GoRiau.com. Diungkapkannya, kegiatan tersebut dihadiri oleh 15 komunitas adat Talang Mamak, setiap komunitas adat diwakili oleh 3 orang. Hadir juga perwakilan dari tim sistem informasi geografi atau GIS dan Seruni Riau.

Diduga Salahi Aturan, Asap Hitam Pekat dari Cerobong PT BIM Resahkan Warga Dayun Siak

 

Senin, 08 September 2014 11:56 WIB
Diduga Salahi Aturan, Asap Hitam Pekat dari Cerobong PT BIM Resahkan Warga Dayun Siak

SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.
- Asap hitam pekat yang keluar dari cerobong mesin pengolahan sawit milik PT Berlian Inti Mekar ( PT BIM) di KM 68, Desa Dayun, Kecamata Dayun, Kabupaten Siak menimbulkan polusi dan mencemari udara. Meskipun ada dugaan terjadi pelanggaran izin, namun sampai saat ini belum ada tindakan dari instansi terkait. Kondisi ini juga meresahkan warga yang tinggal di sekitar Desa Dayun dan sekitarnya.

Pantauan GoRiau.com, dari jalan Dayun-Buton, Senin (8/9/14), ada tiga cerobong yang mengeluarkan asap dari pabrik PT BIM, dimana salah satunya berwarna hitam pekat. Asap hitam itu muncul diduga akibat pembakaran cangkang untuk bahan bakar produksi minyak sawit.

"Udah biasa kayak gitu asapnya tiap hari bg, memang hitam, kita juga tak ngerti, tapi kita terganggu juga, sebab udara jadi tak sehat," kata Wanto, salah seorang warga Dayun.(nal)

Page 1 of 15

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
 
 
 
 

Departemen Dalam Negeri

logo-depdagri

 

Provinsi Riau

 

pekanbaru-riau

 

Kementrian Lingkungan Hidup

logo klh official rgb trans