Pemerintah akan menindak tegas pemburu Gajah Sumatra

Pemerintah pusat dan daerah serta penegak hukum terkait dide...

Kunci Atasi Masalah Lingkungan, Perlukan Kesadaran Masyarakat

Sampai saat ini, permasalahan lingkungan hidup memiliki kesa...

SMAN 1 Bangkinang Raih Adiwiyata

Upaya pelestarian lingkungan melalui kegiatan penghijauan ya...

Kolam Limbah CPO Ditemukan di Daerah Terlarang Hutan SM Balai Raja

Para aktivis lingkungan hidup dari LSM Riau Madani Pekanbaru...

2012, 10 Gajah Mati Diracun

Dalam kurun waktu 6 bulan saja, sedikitnya 10 ekor gajah (El...

  • Pemerintah akan menindak tegas pemburu Gajah Sumatra

    Sunday, 24 June 2012 18:56
  • Kunci Atasi Masalah Lingkungan, Perlukan Kesadaran Masyarakat

    Sunday, 24 June 2012 19:03
  • SMAN 1 Bangkinang Raih Adiwiyata

    Sunday, 24 June 2012 19:06
  • Kolam Limbah CPO Ditemukan di Daerah Terlarang Hutan SM Balai Raja

    Thursday, 28 June 2012 15:05
  • 2012, 10 Gajah Mati Diracun

    Thursday, 02 August 2012 04:33
 
 
 
 
You are here:: Home
 
 

Selamat Datang di Official Website BLH Provinsi Riau

Mengelola Mangrove Meningkatkan Kesejahteraan Hutan Mangrove Milik Siapa,?

 

Goriau.com. Ibarat buah simalakama, dimakan mati bapak tidak dimakan mati mak. Kira-kira begitulah pribahasa yang pas bagi pemerintah dalam mengelola hutan mangrove di wilayah pesisir.

Pertumbuhan populasi penduduk setiap tahunnya menjadikan kebutuhan terhadap hutan terus meningkat, tak tertinggal hutan mangrove. Mulai dari keperluan kayu bakar, material bangunan dan pertukangan, hingga industri arang.

Dampak kelestarian ekosistem akibat penebangan yang dilakukan masyarakat menjadi alasan pemerintah melarang eksploitasi kayu hutan. Namun di sisi lain aturan tersebut malah menutup periuk nasi para penebang yang telah puluhan tahun melakoni pekerjaan ini.

Ajid (45), misalnya, ia sudah belasan tahun menggantungkan hidup keluarga dari ayunan kapaknya di tengah-tengah hutan mangrove. Setiap hari ia mendayung sampan berkilo-kilo meter ke dalam anak-anak sungai untuk mencari kayu jenis bakau maupun nyirih untuk ditukarkan menjadi rupiah di panglong arang sekitar Sungai Suir Kiri Kecamatan Tebingtinggi.

Antisipasi Musim Kemarau, BNPB Tambah 2 Helicopter Pembom Air untuk Padamkan Hotspot di Riau

Riauterkini-JAKARTA- Guna mengantisipasi maraknya pembakaran hutan dan lahan, apalagi menghadapi musim kemarau di sejumlah daerah, khususnya di Provinsi Riau. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengerahkan 9 helicopter untuk membantu Pemda mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. Dua di antanya di tempatkan di Riau, yakni Bolco, Sikorsky.

Sementara di Palembang Sumatra Selatan ada 3 unit (MI-8, Bolco, Kamov), Pontianak 1 unit (Bolco), dan Palangkaraya 2 unit (MI-8, Bolco). Ribuan kali helicopter terbang, dan jutaan liter air dijatuhkan di titik api. Namun pembakaran masih terus berlangsung.

"Pada hari ini (15/10/14) jumlah titik hotspot di Riau belum terdeteksi. Tapi sesuai pola hotspot tahun 2006-2013, puncak hotspot berlangsung September-Oktobe. Artinya Karhutla akan masih berlangsung hingga akhir Oktober nanti," kata Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB di Jakarta, Rabu (15/10/14).

Sepekan, RSUD Dumai Tangani 81 Kasus ISPA

Dampak kabut asap yang menyelimuti Dumai mulai dirasakan masyarakat. Selama sepekan, sebanyak 81 kasus ISPA telah ditangani RSUD.

Riauterkini-DUMAI- Selama sepekan belakangan ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Dumai telah menangani sebanyak 81 kasus penderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) yang diakibatkan kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Dumai.

Seperti yang disampaikan Direktur RSUD Kota Dumai dr.Syaiful melalui Kasi Pelayanan Medis Dr.Bakrie mengatakan, selama satu pekan terakhir pihak RSUD kota Dumai telah menangani puluhan kasus pasien yang mendirita penyakit ISPA.

Seorang Pengusaha Diduga Garap Hutan Lindung Bukit Batabuh, Kuansing

 

Riauterkini-TELUK KUANTAN- Sahedi, salah seorang nenek mamak Kenegerian Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuansing, menegaskan, hutan lindung yang berada di kawasan Lubuk Batang Manjulang, Pati Tongah, Cengar kini telah digarap oleh Aliang, pengusaha asal Teluk Kuantan .

Tak tanggung-tanggung kata pria yang bergelar Datuk Sinaro ini mengungkapkan, areal perkebunan kelapa sawit yang tengah dibangun oleh pengusaha Teluk Kuantan itu hampir mencapai 150 hektar.

"Sebahagian berada didalam kawasan hutan lindung," jelas Datuk Sinaro kepada riauterkinicom saat meninjau kelokasi hutan lindung, Sabtu(10/10/14) sore.

Kualitas Udara Sangat Berbahaya, Terra-Aqua Tak Mampu Pantau Hotspot di Riau

 

Riauterkini-PEKANBARU-Satelite Terra-Aqua Sabtu sore (11/10/14) tidak mampu memantau jumlah titik panas di Riau. Pasalnya, kabut asap tebal menyelimuti Riau sejak pagi hingga sore.

Kepekatan kabut asap menurut Agus Wibowo dari Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tergambar dari jarak pandang di beberapa daerah di Riau yang hanya sejauh 500-2.000 meter saja.

"Visibility tanggal 11 Oktober 2014 pukul 16.00 WIB, Pekanbaru hanya sejauh 1 km (SMOKE), Rengat hanya sejauh 2 Km (SMOKE), Dumai sejauh 4 Km (SMOKE) dan Pelalawan hanya sejauh 500 meter (SMOKE)," terang Agus.

Kepekatan kabut asap di Riau, tambah Agus, juga ditunjukkan dari kualitas udara di beberapa daerah di Riau pada posisi sangat berbahaya.

Page 1 of 18

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
 
 
 
 

Departemen Dalam Negeri

logo-depdagri

 

Provinsi Riau

 

pekanbaru-riau

 

Kementrian Lingkungan Hidup

logo klh official rgb trans